KEBUTUHAN GIZI IBU NORMAL KURANG GIZI DAN HIPEREMESIS
A. Gizi Seimbang Bagi Ibu Hamil
Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman atau variasi makanan, aktivitas fisik, kebersihan, dan berat badan ideal.
1. prinsip gizi untuk ibu hamil
Beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang makanan sehat bagi
ibu hamil, antara lain:
- Menyediakan energi yang cukup (kalori) untuk kebutuhan kesehatan tubuh ibu dan pertumbuhan bayi.
- Menyediakan semua kebutuhan ibu dan bayi (meliputi protein, lemak, vitamin, mineral).
- Dapat menghindarkan pengaruh negatif bagi bayi.
- Mendukung metabolisme tubuh ibu dalam memelihara berat badan sehat, kadar gula darah, dan tekanan darah.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi gizi ibu hamil antara lain:
· - Umur.
· - Berat badan.
· - Suhu lingkungan.
· - Aktivitas.
· - Status kesehatan.
· - Pengetahuan zat gizi dalam makanan.
· - Status ekonomi.
3. pengaruh status gizi pada ibu hamil
Status gizi ibu hamil pada waktu pertumbuhan dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin.Berat badan ibu hamil harus memadai, bertambah sesuai umur kehamilan. Hal ini dikarenakan berat badan yang bertambah normal akan menghasilkan bayi yang normal juga. Di negara maju, rata-rata kenaikan berat badan selama hamil sekitar 12-14 kilogram.Tetapi berdasarkan perkembangan terkini, disampaikan bahwa penambahan berat badan ibu selama hamil tidak terlalu mempengaruhi berat badan bayi.
Penambahan Berat Badan Status Gizi Ibu Sebelum Hamil
|
Kategori Berat (BMI) |
Total Kenaikan BB (Kg) |
Penambahan BB |
|
|
TM I (Kg) |
TM II (Kg) |
||
|
Normal ( BMI 19,8-26) |
12,5 – 13 |
2,3 |
0,49 |
|
Kurus ( BMI < 19,8 ) |
11,5 – 16 |
1,6 |
0,44 |
|
Lebih |
7 – 11, 6 |
0,9 |
0,3 |
|
Obesitas ( BMI > 29 ) |
6 |
||
Tanda Kecukupan Gizi pada Wanita Dewasa dan Ibu Hamil
|
Satuan |
Wanita Dewasa |
Ibu hamil |
|
|
Energi |
Kal |
2200 |
2485 |
|
Protein |
Gr |
48 |
60 |
|
Vitamin A |
RE |
500 |
700 |
|
Vitamin D |
Ug |
5 |
15 |
|
Vitamin E |
Mg |
8 |
18 |
|
Vitamin K |
Mg |
65 |
130 |
|
Thiamin |
Mg |
1,0 |
1,2 |
|
Niacin |
Mg |
9 |
9,1 |
|
Vitamin B12 |
Mg |
1,0 |
1,3 |
|
Asam folat |
Ug |
150 |
300 |
|
Piridoksin |
Mg |
1,6 |
3,8 |
|
Vitamin C |
Mg |
60 |
70 |
|
Kalsium |
Mg |
500 |
900 |
|
Fosfor |
Mg |
450 |
650 |
|
Zat besi |
Mg |
26 |
46 |
|
Seng |
Mg |
15 |
20 |
|
Yodium |
Ug |
150 |
175 |
|
Selenium |
Ug |
55 |
70 |
Tanda
Kecukupan Gizi pada Ibu Hamil Menurut Nadesul
|
Status |
Tanda |
|
Keadaan umum |
Responsive, gesit |
|
Berat badan |
Normal sesuai tinggi dan bentuk tubuh |
|
Postur |
Tegak, tungkai dan lengan lurus |
|
Otot |
Kuat, kenyal sedikit lemak di bawah kulit |
|
Saraf |
Perhatian baik, tidak mudah tersinggung, refleks normal, mental stabil |
|
Pencernaan |
Nafsu makan baik |
|
Jantung |
Detak dan irama normal, tekanan darah normal sesuai usia |
|
Vitalitas umum |
Ketahanan baik, energik, cukup tidur, penuh semangat |
|
Rambut |
Mengkilat, keras tak mudah rontok, kulit kepala normal |
|
Kulit |
Licin, cukup lembab, warna segar |
|
Muka dan leher |
Warna sama, licin, tampak sehat, segar |
|
Bibir |
Licin, warna tidak pucat, lembab, tidak bengkak |
|
Mulut |
Tidak ada luka dan selaput merah |
|
Gusi |
Merah normal, tidak ada perdarahan |
|
Lidah |
Merah normal, licin, tidak ada luka |
|
Gigi geligi |
Tidak berlubang, tidak nyeri, mengkilat, lurus dagu normal, bersih dan tidak ada perdarahan |
|
Mata |
Bersinar, bersih, selaput besar merah, tidak ada perdarahan |
|
Kelenjar |
Bersinar, bersih, selaput besar merah, tidak ada perdarahan |
|
Kuku |
Keras dan kemerahan |
|
Tungkai |
Keras |
4. Menu Seimbang untuk wanita hamil
Makanan Bergizi untuk Ibu HamilAsupan nutrisi selama kehamilan, baik jenis maupun jumlah, memang perlu menjadi perhatian khusus bagi semua ibu hamil. Kebutuhan berbagai jenis asupan gizi, akan bertambah seiring dengan usia kehamilan. Berikut beberapa makanan yang dapat mencukupi kebutuhan gizi ibu hamil, di antaranya :
Brokoli
Makanan bergizi tinggi pertama untuk ibu hamil
adalah brokoli. Sayuran hijau yang menyerupai rambut kribo ini memiliki banyak
nutrisi yang diperlukan selama kehamilan, seperti kalsium dan asam folat.
Bayam
Sayuran hijau yang satu ini baik dikonsumsi
selama masa kehamilan, khususnya untuk ibu hamil muda, karena memiliki
kandungan asam folat dan zat besi
yang tinggi. Konsumsi makanan yang mengandung asam folat tinggi diperlukan pada
awal kehamilan, karena dapat mencegah bayi mengalami cacat tabung saraf (cacat
pada bagian otak dan saraf tulang belakang).
Pisang
Pisang mengandung vitamin B6 yang
baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil pada trimester pertama, karena dapat
mengurangi rasa mual yang biasanya dialami di trimester pertama masa
kehamilan. Selain itu, pisang juga kaya kalium yang bermanfaat untuk
mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit selama kehamilan.
Alpukat
Saat usia kehamilan memasuki trimester
kedua, ibu hamil dianjurkan untuk mengonsumsi alpukat. Alpukat kaya sumber
serat, vitamin K, vitamin C, asam folat, kalium, vitamin B6, dan tinggi asam
lemak baik. Jenis lemak ini dibutuhkan ibu hamil, karena membantu perkembangan
otak, sistem saraf, serta kulit dan jaringan bayi. Tidak hanya itu, alpukat
juga tinggi akan kalium yang mampu mengurangi kram kaki pada kehamilan.
Jeruk
Ibu hamil juga disarankan untuk
mengonsumsi buah jeruk. Makanan bergizi tinggi untuk ibu hamil ini kaya
akan vitamin C, asam folat, dan
serat. Hampir 90 persen kandungan di dalam buah jeruk adalah air, sehingga
membantu ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Kekurangan cairan
tubuh dapat menyebabkan kelelahan. Kandungan folat yang tinggi pada jeruk juga
dapat membantu perkembangan otak dan saraf tulang belakang pada janin, sehingga
mencegah janin terlahir cacat.
Mangga
Buah lain yang anjurkan untuk dikonsumsi
selama hamil adalah mangga. Mangga mengandung
kalium, vitamin C, dan tinggi vitamin A. Kalium di dalam buah mangga dapat
membantu menjaga tekanan darah dan mempertahankan cairan dalam tubuh.
Sementara, vitamin A berfungsi sebagai antioksidan, membantu sistem kekebalan
tubuh, penglihatan dan sistem saraf bayi. Mangga juga mengandung serat yang
tinggi sehingga dapat mencegah konstipasi atau sembelit pada ibu hamil
Ubi
Ubi merupakan salah satu makanan bergizi
tinggi untuk ibu hamil yang kaya akan kandungan vitamin A. Mencukupi kebutuhan
vitamin A selama hamil sangat penting untuk pertumbuhan sel dan jaringan janin.
Saat hamil, umumnya wanita disarankan untuk meningkatkan asupan vitamin A sebesar 10 sampai
40 persen dari kebutuhan sehari-hari. Namun, Bunda harus bisa berhati-hati
dalam mengonsumsi vitamin A, terutama dalam bentuk suplemen dosis tinggi. Jika
terlalu berlebihan, vitamin A dapat menyebabkan kecacatan janin.
Kacang-kacangan
Kacang tanah, kacang polong, dan kacang
kedelai adalah beberapa jenis kacang-kacangan yang bisa dijadikan sumber asam
folat, serat, protein, zat besi, dan kalsium yang diperlukan selama kehamilan.
Nutrisi-nutrisi tersebut sangat penting bagi kesehatan ibu serta janin,
terutama pada trimester pertama.
Daging tanpa lemak
Daging sapi, daging ayam, dan daing ikan
merupakan kelompok makanan yang kaya kandungan protein. Selain itu, terdapat
pula kandungan zat besi sebagai mineral penting yang berguna dalam pembentukan
sel darah merah. Sel darah merah berperan penting untuk mengantarkan oksigen ke
semua sel dalam tubuh. Oleh sebab itu, ibu hamil membutuhkan lebih banyak zat
besi, karena volume darah mereka juga meningkat selama periode kehamilan,
terlebih di trimester ketiga. Kekurangan zat besi di periode awal dan
pertengahan kehamilan dapat menyebabkan anemia, yang berisiko mengakibatkan
Bunda melahirkan secara prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah.
Ikan salmon
Ikan salmon merupakan salah satu sumber
vitamin hewani yang wajib dimasukkan ke dalam menu makanan bergizi tinggi untuk
ibu hamil. Ikan salmon mengandung asam lemak omega-3 yang sangat dibutuhkan ibu
hamil, seperti EPA dan DHA, yang penting untuk perkembangan otak dan mata pada
janin. Salmon juga mengandung sumber vitamin D yang baik untuk ibu dan janin.
Namun perlu diingat, ibu hamil disarankan mengonsumsi salmon yang sudah dimasak
terlebih dahulu. Hindari mengonsumsi salmon dalam keadaan mentah, seperti pada
sushi dan sashimi, karena berisiko terkontaminasi berbagai jenis bakteri yang
membahayakan pertumbuhan janin. Tidak hanya salmon, jenis ikan lain
juga baik dikonsumsi oleh ibu hamil.
Produk olahan susu
Selama kehamilan, Bunda diwajibkan
mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung protein dan kalsium untuk
memenuhi kebutuhan janin yang sedang tumbuh. Produk olahan susu, terutama
yoghurt, bisa menjadi pilihan tepat bagi Bunda yang sedang hamil. Selain itu,
Bunda juga bisa mengonsumsi produk turunan susu lainnya, seperti keju, secara
rutin. susu dapat
memenuhi kebutuhan protein dan kalsium untuk ibu dan janin. Sementara, produk
susu probiotik, seperti yoghurt, bisa membantu mengurangi risiko komplikasi selama
kehamilan.
Telur
Telur merupakan salah satu makanan yang
disarankan untuk dikonsumsi selama hamil, karena mengandung hampir semua
nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Telur mengandung kalori, protein, lemak, vitamin
dan mineral. Selain itu, telur juga memiliki kandungan kolin, yaitu nutrisi
penting untuk kesehatan otak dan perkembangan janin. Namun, ibu hamil sebaiknya
tidak mengonsumsi telur setengah matang, karena berisiko membawa kuman yang
dapat berbahaya bagi kesehatan ibu dan janin.
Buah kering
Buah kering mengandung serat, kalori,
dan berbagai vitamin serta mineral yang tinggi. Satu buah kering biasanya
mengandung jumlah nutrisi setara dengan buah segar, meski tanpa kandungan air
dan bentuk yang lebih kecil. Salah satu buah kering yang disarankan adalah
kurma. kurma memiliki
kandungan serat, potasium, dan zat besi. Konsumsi kurma secara teratur di
trimester ketiga membantu pelebaran serviks dan menurunkan risiko induksi pada
saat persalinan. Meski demikian, Bunda tidak dianjurkan mengonsumsi buah kering
lebih dari satu sajian setiap kali makan, sebab buah kering mengandung gula
yang tinggi.
Minum air putih yang cukup
Air merupakan salah satu hal yang harus
banyak dikonsumsi selama hamil. Pasalnya, volume darah ibu hamil akan meningkat
hingga 1,5 liter. Oleh sebab itu, penting untuk tetap menjaga kesimbangan
cairan tubuh dengan baik agar tidak dehidrasi.
Gejala dehidrasi ringan pada ibu hamil meliputi sakit kepala, gelisah,
kelelahan, suasana hati jadi kacau, dan merasa lemas. Minum air putih yang
cukup juga dapat membantu mencegah sembelit dan infeksi saluran kemih selama
hamil.
B. Kebutuhan
Gizi Untuk Wanita Hamil Dengan Gizi Kurang
Kekurangan gizi pada ibu hamil masih sering ditemui di Indonesia.Kebutuhan gizi ibu hamil juga berbeda setiap trimester kehamilan.Hampir semua dokter, bidan, rumah sakit, dan puskesmas sering menemui kasus ibu hamil kekurangan gizi.Salah satu tanda yang sering terjadi adalah anemia pada ibu hamil.Anemia sering ditandai dengan lemas tak bertenaga, pucat, sakit kepala, dan pusing.
1. Anemia pada wanita hamil biasanya terjadi akibat kekurangan zat besi dan asam folat. Karena itu para ibu hamil dianjurkan lebih banyak mengonsumsi makanan bergizi, seperti sayuran hijau yang kaya akan zat besi dan makanan sumber protein seperti daging merah, ikan, kacang-kacangan dan olahan susu. Para ibu hamil umumnya juga sering diberikan suplemen berupa tablet penambah darah.
2. Tanggalnya gigi ibu
hamil
Nutrisi pada kehamilan pastinya terbagi untuk pertumbuhan janin. Oleh karenanya, sumber gizi yang dibutuhkan juga lebih besar, khususnya setelah trimester pertama yang sering mengalami gejala morning sickness, maka kebutuhan gizi ibu hamil trimester kedua sangat penting.Salah satu nutrisi yang penting dikonsumsi oleh orang hamil adalah makanan yang mengandung banyak kalsium. Kalsium banyak ditemukan dalam susu, ikan, keju, yogurt, kacang-kacangan serta biji-bijian. Kalsium sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi bayi.
3. Berat badan tidak bertambah
Asupan nutrisi pada ibu
hamil dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan rahim, plasenta,
pertumbuhan janin, produksi ketuban, peningkatan volume darah, serta persiapan
payudara dalam memproduksi ASI setelah masa persalinan. Bertambahnya asupan
gizi yang dikonsumsi ibu hamil dan pertumbuhan janin harusnya membuat
penambahan berat badan. Peningkatan berat badan biasanya dapat mencapai 13 kg.
4.
Mudah terkena penyakit
Asupan gizi pada ibu hamil juga
digunakan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan dan berperan penting dalam
mengganti sel-sel yang rusak. Pemenuhan asupan gizi yang sesuai dan cukup dapat
menjaga sistem imun ibu hamil sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit
seperti infeksi. Selain itu ibu hamil juga disarankan melakukan imunisasi TT untuk
menjaga kekebalan tubuh.
5. Memicu terjadinya
persalinan prematur
Kekurangan gizi pada ibu hamil
juga memicu persalinan premature, misalnya kekurangan vitamin A, seng dan zat
besi. Persalinan normal biasanya terjadi pada usia kehamilan diatas 9 bulan
atau 36 minggu.
6. Perkembangan janin lambat (kecil)
Kekurangan gizi pada perempuan hamil juga dapat dilihat dari perkembangan janin yang dikandungnya. Normalnya, semakin bertambah usia kehamilan, berat janin yang dikandung juga harus bertambah. Pertambahan berat janin dipengaruhi oleh asupan gizi yang dikonsumsi.
Sementara itu untuk ibu hamil ada tambahan 4 pesan khusus, yaitu :
a) Biasakan mengkonsumsi aneka ragam makanan;
b) Batasi mengkonsumsi garam;
c) Minum air putih yang banyak dan
d) Batasi minum kopi.
a. Kalori
Banyaknya kalori yang dibutuhkan selama kehamilan hingga melahirkan sekitar 80.000 Kkal atau membutuhkan tambahan 300 Kkal sehari. Kebutuhan kalori tiap trimester sbb:
· Trimester I, kebutuhan kalori meningkat secara minimalis.
· Trimester II, kebutuhan kalori akan meningkat untuk kebutuhan ibu yang meliputi penambahan volume darah, pertumbuhan uterus, payudara dan lemak.
· Trimester III, kebutuhan kalori akan meningkat untuk pertumbuhan janin dan plasenta.
b. Protein
Ibu hamil membutuhkan sekitar 60 gram setiap harinya atau 10 gram lebih banyak dari kondisi sebelum hamil.Kebutuhan protein bisa didapat dari nabati maupun hewani. Sumber protein hewani seperti daging tak berlemak, ikan, telur, susu. Sedangkan sumber nabati seperti tahu, tempe dan kacang-kacangan. Protein digunakan untuk:
· Pembentukan jaringan baru, baik plasenta dan janin.
· Pertumbuhan dan diferensiasi sel.
· Pembentukan cadangan darah.
· Persiapan masa menyusui.
c. Lemak
Lemak dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan janin selama dalam kandungan sebagai kalori utama.Lemak merupakan sumber tenaga dan untuk pertumbuhan jaringan plasenta.Selain itu, lemak disimpan untuk persiapan ibu sewaktu menyusui. Kadar lemak akan meningkat pada kehamilan tirmester III.
d. Karbohidrat
Sumber utama untuk tambahan kalori yang dibutuhkan selama kehamilan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin adalah karbohidrat.Jenis karbohidrat yang dianjurkan adalah karbohidrat kompleks seperti roti, serelia, nasi dan pasta.Karbohidrat kompleks mengandung vitamin dan mineral serta meningkatkan asupan serat untuk mencegah terjadinya konstipasi.
e. Asam Folat
Asam Folat dibutuhkan untuk membangun sel dan sistem syaraf janin. Saat trimester pertama janin akan membutuhkan 400 mikrogram asam folat per hari. Dan apabila tidak terpenuhi, akan membuat perkembangan janin tidak sempurna (anenchephaly (tanpa batok kepala), bibir sumbing dan menderita spina bifida / kondisi dimana tulang belakang tidak tersambung. Kandungan asam folat bisa diperoleh dari buah-buahan, beras merah, kacang-kacangan dan beragam sayuran hijau.
f. Kalsium
Berfungsi untuk pembentukan gigi dan tulang janin di dalam kandungan dan mencegah osteoporosis pada ibu hamil. Sumber zat kalsium diantaranya adalah susu dan produk olahan susu lainnya.
g. Zat Besi
Pada ibu hamil berfungsi untuk membentuk sel darah merah (hemoglobin) dan mengurangi resiko anemia pada ibu hamil. Zat besi yang dibutuhkan ibu hamil setelah usia kehamilan 20 minggu sebanyak 30 mg per harinya, dan dapat diperoleh pada hati, ikan atau daging.
h. Vitamin A, C dan D
Vitamin A berfungsi untuk memaksimalkan pertumbuhan, imunitas memelihara fungsi mata, pertumbuhan tulang, kulit.Vitamin C berguna untuk menyerap zat besi, kesehatan gusi dan gigi, melindungi jaringan dari organ tubuh dari berbagai kerusakan dan memberikan otak berupa sinyal kimia, hal terjadi karena vitamin C banyak mengandung antioksidan.
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah dengan frekuensi serta gejala yang jauh lebih parah dibandingkan morning sickness.Gejalanya pun bisa muncul sepanjang hari, bukan di pagi hari saja.Tercatat ada beberapa penderita hiperemesis gravidarum yang mengalami mual hingga 50 kali dalam sehari.
1. Penuhi kebutuhan vitamin B6
Hiperemesis gravidarum, menurut American Family Physician, terjadi pada 200 kehamilan.Hal pertama yang harus Anda lakukan ketika Anda mengalami hiperemesis gravidarium adalah mengendalikan rasa mual dan muntah Anda agar tidak semakin parah dan membuat Anda dehidrasi atau kekurangan nutrisi.
Mengatasi hal ini sebenarnya cukup mudah, menurut Australian Family Physician, Anda hanya perlu memenuhi kebutuhan vitamin B6. Asupan harian yang dibutuhkan oleh ibu hamil yang mengalami kondisi ini adalah 25 miligram vitamin B6 yang harus Anda dapatkan tiga kali sehari.
2. Konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat
Menurut Journal Obstetric & Gynecology, ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarium harus mengonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat dan kaya protein dibandingkan mengonsumsi lemak atau asam lemak.
Makanan tinggi karbohidrat ini bisa Anda temui pada makanan seperti pasta, roti, beras, biskuit dan sereal. Makanlah sedikit demi sedikit atau buat dalam porsi yang kecil tapi sering seperti satu atau dua jam sekali. Jangan banyak minum supaya cairan tubuh tetap seimbang.
3. Pilih makanan tinggi energi
Hiperemesis gravidarium mungkin membuat Anda jadi sulit makan.Namun di satu sisi, Anda harus tetap memenuhi kebutuhan nutrisi harian Anda.Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah tetap konsumsi makanan yang paling mudah Anda makan yang tidak menimbulkan rasa mual.
Pilihlah makanan yang tinggi energi dan protein, produk susu sangat disarankan untuk Anda yang mengalami kondisi ini.
Anda bisa memilih yogurt yang dicampurkan ke buah, melelehkan mentega di atas sayuran, mengoles mentega dan selesai untuk roti bakar Anda, atau minum susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Anda di saat Anda mengonsumsi sedikit makanan.
Komentar
Posting Komentar