1. Pengertian gizi
Gizi adalah persediaan bahan-bahan atau makanan yang dibutuhkan organisme maupun sel-sel untuk bertahan hidup. Sementara dalam bidang ilmu pengetahuan dan medis, gizi dapat merujuk pada ilmu atau praktik konsumsi serta penggunaan makanan.Tak hanya tentang metabolisme, gizi pun berbicara mengenai bagaimana penyakit yang dapat dicegah atau diminimalkan dengan makanan yang sehat. Dengan demikian, pengertian gizi juga berfokus pada bagaimana cara kita mengenali proses munculnya penyakit yang disebabkan oleh faktor bahan pangan. Mulai dari pola makan yang buruk, intoleransi terhadap makanan, hingga alergi makanan.
Pengertian gizi dengan asupan yang baik
2. Kebutuhan gizi untuk wanita hamil dengan Diabetes Melitus
Diabetes gestasional adalah kondisi munculnya diabetes selama masa kehamilan, meski sebelum hamil Anda tidak memiliki riwayat diabetes. Diabetes gestasional adalaah komplikasi kehamilan yang terbilang cukup banyak terjadi. Diabetes gestasional biasanya mulai berkembang di sekitar minggu ke-24 kehamilan. Diabetes selama hamil dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin. Jika Anda terdiagnosis dengan diabetes gestasional, penting bagi Anda untuk mengatur pola makan sehat.
Pola makan yang ideal untuk ibu hamil yang punya diabetes gestasional
Sama halnya seperti diabetes lainnya, banyaknya asupan karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula darah (glukosa). Glukosa ini akan digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi utama.
Untuk mencegah peningkatan gula darah ketika mengalami diabetes gestasional, Anda dapat melakukan hal-hal berikut:
· Makan dalam porsi kecil, namun sering (daripada 3 kali sehari porsi besar, lebih baik makan 6 kali sepanjang hari dalam porsi kecil) untuk menjaga kestabilan berat badan selama hamil.
· Sebar waktu makan. Lebih baik memiliki jadwal makan utama dengan porsi kecil 3 kali dan makan camilan 3 kali daripada dalam sehari hanya makan 3 kali langsung dengan porsi yang besar
· Jangan menunda waktu makan, makan teratur.
· Kurangi makanan yang mengandung karbohidrat seperti roti, susu, buah, permen, dan soft drinks.
Jenis karbohidrat yang baik untuk ibu hamil pengidap diabetes
PIlih karbohidrat kompleks untuk
memenuhi kebutuhan harian Anda seperti roti gandum, kentang, nasi merah, pasta
gandum, oatmeal, quinoa jagung, buah segar, yogurt, dan
lain-lain. Sumber-sumber karbohidrat tersebut merupakan karbohidrat yang
juga kaya akan zat lain seperti vitamin, mineral,dan energi yang dibutuhkan ibu
dan janin.
Banyak karbohidrat yang harus dikonsumsi
Kebutuhan karbohidrat setiap orang pada dasarnya berbeda-beda, sesuai dengan usia, tingkat aktivitas fisik, kadar gula darah, berat badan, serta kondisi kesehatannya. Oleh karena itu, sebaiknya diskusikan dengan dokter kandungan Anda atau mintalah rujukan pada ahli gizi untuk merancang pola makan sehat serta jumlah karbohidrat yang Anda butuhkan.
Gambaran besarnya kira-kira seperti ini: makan pagi 15-30 gr karbohidrat, snack pagi 15-30 gram karbohidrat, makan siang 45-60 gram karbohidrat, snack sore 15-30 gram karbohidrat, dan makan malam 45-60 gram karbohidrat.
Untuk perkiraan, 15 gram karbohidrat setara dengan:
· sepotong roti tawar
· ½ centong nasi (+/- 50 gram)
· ½ potong kentang ukuran sedang
· 1 buah apel ukuran sedang
· 1 buah pisang ukuran kecil
· 2 buah kiwi
· ½ potong mangga ukuran sedang
· segelas susu sapi (±250 ml)
Usahakan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat di awal hari, karena gula darah cenderung naik pada pagi hari.
Banyak Protein Yang Diperlukan
Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi dan kebutuhan tubuh ibu. Sumber protein yang baik yakni daging rendah lemak, daging ayam tanpa lemak dan kulit, ikan, telur, kacang-kacangan. Makanan-makanan ini aman karena tidak secara langsung memengaruhi gula darah.
Bagaimana konsumsi lemak yang dibutuhkan
Asupan lemak tidak secara langsung memengaruhi gula darah ibu. Namun, kebanyakan makan lemak dapat meningkatkan berat badan.berat badan berlebih selama kehamilan akan menyulitkan proses kelahiran dan juga membuat pengendalian kadar gula darah semakin sulit.
Batasi jumlah lemak yang dikonsumsi khususnya lemak jenuh (mentega, daging berlemak), dan ganti dengan lemak tidak jenuh dalam porsi kecil. Contoh makanan sumber lemak tidak jenuh adalah minyak zaitun, minyak bunga matahari, alpukat. Pilihlah daging yang tanpa lemak dan produk susu yang rendah lemak.
Hal lainnya yang perlu diperhatikan
Selain itu, jangan lupa untuk menghindari minum minuman keras dan batasi konsumsi kafein, baik dari kopi, teh, maupun minuman energi. Perbanyak makan serat selama kehamilan untuk mencegah sembelit dan menstabilkan lonjakan gula darah dari asupan makanan lainnya. Buah, sayur, dan kacang-kacangan seperti kacang polong merupakan sumber serat yang baik bagi tubuh.
3. Kebutuhan gizi untuk wanita hamil dengan obesitas
Obesitas dalam kehamilan terjadi apabila seseorang memiliki BMI (body mass index) 30 kg/m2 atau lebih. Umumnya perhitungan ini dilakukan saat pemeriksaan kehamilan pertama kali. Obesitas dapat dibagi lebih lanjut menjadi tiga kelas, yaitu kelas I (BMI 30.0-34.9), kelas II (BMI 35.0-39.9), dan kelas III atau (BMI 40 dan lebih).
Kondisi obesitas dalam kehamilan berhubungan dengan banyak sekali risiko, baik bagi ibu maupun janin. Bagi ibu, selama kehamilan dapat meningkatkan risiko diabetes gestasional, keguguran, preeklamsia, tromboemboli, obstructive sleep apnea, bahkan kematian.
Risiko Hamil dengan
Obesitas
Selain mempersulit ibu hamil untuk bergerak, obesitas juga meningkatkan risiko ibu hamil mengalami:
- Persalinan yang sulit atau lama
- diabetes digestasional
- perdarahan persalinan
- Gangguan jantung dan ginjal
- apnea tidur
- Melahirkan dengan operasi caesar
- Penggumpalan darah
- preeklamsia
- Keguguran atau bayi lahir dalam keadaan tidak bernyawa.
Makanan Tinggi Karbohidrat Kompleks
Dibandingkan dengan karbohidrat sederhana, karbohidrat kompleks jauh lebih sehat. Kandungan serat di dalamnya bisa membantu menekan keinginan untuk makan berlebih. Itulah kenapa jenis karbohidrat ini banyak direkomendasikan sebagai diet sehat. Beberapa makanan yang mengandung karbohidrat kompleks antara lain oat dan roti gandum.
Lauk Rendah Lemak
Harus diakui, lemak memang
bisa membawa masalah kesehatan termasuk meningkatkan berat badan. Akan tetapi
bukan berarti Anda bisa membuangnya dari menu makanan harian. Konsumsi saja
lauk rendah lemak seperti ikan. Selain itu, ikan juga kaya protein yang sangat
penting untuk membantu perkembangan janin.
Sayur dan Buah
Sayuran dan buah-buahan harus selalu ada dalam menu makanan Anda. Mineral dan vitamin di dalamnya sangat dibutuhkan untuk Anda dan janin. Beberapa jenis sayur yang banyak direkomendasikan untuk ibu hamil di antaranya adalah brokoli, bayam dan wortel. Sedangkan untuk buah, pilihlah jenis buah yang tidak banyak mengandung gula.
4. Kebutuhan gizi untuk wanita hamil dengan Anemia
Ibu hamil sangat rentan mengalami anemia. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan tubuh Ibu akan zat besi, seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.
Saat Ibu mengalami anemia, darah Ibu tidak memiliki sel darah merah yang cukup sehat untuk mengangkut oksigen ke jaringan Ibu dan kepada janin. Selama masa kehamilan, tubuh Ibu akan memproduksi lebih banyak darah demi mendukung perkembangan janin di dalam kandungan Ibu. Jika Ibu tidak mendapatkan zat besi yang cukup atau nutrisi penting lainnya, maka tubuh Ibu tidak akan mampu memproduksi sel darah merah.
Penyebab Anemia Saat Hamil
Meskipun saat sebelum hamil Ibu tidak pernah mengalami anemia, Ibu bisa saja mengalami anemia ketika hamil. Hal ini biasanya disebabkan karena kurangnya asupan gizi, terutama zat besi. Kebutuhan zat besi pada tubuh ibu hamil terus-menerus meningkat sesuai dengan usia kehamilan.
Zat besi adalah zat gizi penting untuk membentuk hemoglobin, yakni protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh jaringan dan organ tubuh. Selama masa kehamilan, jumlah darah dalam tubuh Ibu meningkat hingga 50% lebih banyak dibandingkan dengan kondisi tubuh dalam keadaan normal, sehingga Ibu memerlukan banyak zat besi yang membentuk hemoglobin untuk mengimbangi kenaikan volume darah. Juga untuk memenuhi kebutuhan zat besi bagi perkembangan janin dan plasenta.
Risiko terserang anemia akut semakin meningkat jika :
· Sering mual mual dipagi hari dan frekuensi muntah terlalu sering.
· Nafsu makan yang turun karena mual dan muntah
· Sedang mengandung lebih dari satu bayi.
· Jarak antar kehamilan terlalu dekat.
· Pola makan yang buruk, sehingga kebutuhan zat besi tidak tercukupi.
· Jumlah darah yang Ibu keluarkan saat menstruasi pada pra-kehamilan, terlalu banyak.
· Terjadi pendarahan pada waktu persalinan
Selain kekurangan zat besi, anemia juga dapat disebabkan karena kekurangan suplai asam folat atau vitamin B12, atau karena penyakit tertentu, misalnya meiliki kelainan darah karena faktor keturunan. Inilah alasannya mengapa suplemen zat besi belum tentu dapat mengatasi masalah anemia. Cara penanganan anemia pada masa kehamilan harus sesuai dengan penyebabnya.
Kenali Gejala dan Risikonya
Anemia berdampak bagi kesehatan tubuh. Gejala-gejala seperti pusing, cepat letih, lemas, tidak bersemangat, mata berkunang-kunang, mudah mengantuk, sesak napas, daya tahan tubuh menurun, nafsu makan yang turun, bahkan sampai pingsan merupakan tanda awal yang segera harus diwaspadai agar tidak membahayakan kesehatan Ibu dan janin.
Jika Ibu mengalaminya, segera konsultasikan dengan dokter agar pemeriksaan dapat dilakukan, terutama pemeriksaan darah. Umumnya pemeriksaan darah dilakukan dengan memeriksa kandungan hemoglobin dalam darah. Dengan deteksi dini anemia, tindakan pengobatan pun dapat dilakukan.
Atasi Anemia Saat Hamil
Anemia pada saat hamil bisa diatasi dengan cepat, jika sudah terdeteksi sejak dini sebelum memasuki usia kehamilan trimester pertama. Sadar kesehatan dan waspada akan gejala-gejala anemia yang mungkin terjadi adalah langkah pertama yang dapat Ibu lakukan untuk mencegah anemia.
Sadari Bahaya Anemia Saat Hamil Dengan :
· Ketahui potensi risiko Ibu akan mengalami anemia atau tidak, dengan melakukan pemeriksaan darah di lab kesehatan dan konsultasikan hasilnya dengan dokter untuk mendapatkan cara terbaik untuk menangani anemia.
· Menjaga penyerapan zat besi kedalam tubuh dengan mengonsumsi makanan alami dengan zat besi seperti daging, oatmeal, beras merah, kacang-kacangan, dan sayuran yang berwarna hijau tua.
· Jika Ibu meminum suplemen zat besi, minumlah saat kondisi perut dalam keadaan kosong dengan air mineral atau jus jeruk. Vitamin C dalam jus jeruk dapat membantu penyerapan zat besi. Namun, bila Ibu dalam kondisi mual, disarankan agar konsumsi suplemen zat besi dilakukan satu jam setelah makan.
· Suplemen zat besi akan bekerja dan hasilnya dapat Ibu rasakan dalam waktu satu minggu. Produksi sel darah merah akan meningkat juga hemoglobin dalam darah. Biasanya dalam waktu satu bulan, anemia sudah teratasi. Tetap teruskan penggunaan sesuai dengan resep. Konsultasikan dengan dokter bila Ibu merasa perlu menambah atau menghentikan pemakaiannya.
· Hindari diet secara berlebihan saat kehamilan, karena perubahan pola makan dapat berdampak pada jumlah sel darah merah. Konsumsi makanan dengan asam folat dan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi.
Komentar
Posting Komentar